Berteman, satu kata yang sering banget kita dengar. hampir punya arti yang sama dengan bersahabat. berteman (bersahabat?), kita akui atau tidak adalah bukti bahwa kita adalah makhluk sosial. apapun motifnya, berteman sangat penting artinya bagi orang yang menyadarinya. Nah, dalam hal ini, sedikit kita mo bahas beberapa hal yang harus kita perhatiin dalam sebuah pertemanan. . .
yang pertama,
harus disadari, apa yang teman kita lakukan terhadap orang lain, bisa jadi dia lakukan juga ke kita.. so, kalau di depan kita dia ngelakuin hal/sesuatu ke orang laen dan itu bikin kita ga enak hati, dan dia bilang dia ga bakal ngelakuin ke kita karena kita temen dan sahabatnya, itu bisa aja ga benar.. kita udah seharusnya waspada. kita ga pernah tahu apa yang akan terjadi esok, dan itu artinya persahabatan kita sama orang lain belum tentu selamanya, dan suatu saat kita bisa menjadi orang yang diperlakukan seperti itu. Anda harus berjaga-jaga apabila suatu saat dia berbuat seperti itu terhadap Anda.
Hati-hati dengan kata-kata ‘Gue kasih tau lo tapi lo jangan kasih tau siapa2 ya..’ mengenai orang lain. Karena suatu saat bisa jadi dia ngomong begitu ke teman-temannya yang lain mengenai kita. Hati-hatilah dengan apa yang kita lakukan dan katakan di hadapan dia. Apalagi kalau teman kita itu persis atau adalah Paparazzi.
Hati-hati dengan kata-kata ‘Sebenernya gue udah janji ga ngomong ini ke lo, tapi..’. Dengan kalimat semacam itu, seharusnya kita bisa ngambil kesimpulan kalau dia udah bocorin rahasia yang seharusnya dia jaga. Bisa jadi suatu saat rahasia kita yang dibocorin ke orang lain.
Ga semua yang kita dengar dan lihat itu benar. Mungkin kita ngerasa dialah teman baik kita, yang sudah sehati dan sejiwa dengan kita. Tapi bisa jadi suatu saat kita menemukan bahwa dia adalah musuh dalam selimut. Begitu pula sebaliknya, orang yang kita pikir buruk bisa jadi adalah orang yang menyelamatkan jiwa kita dan sangat mempedulikan kita. Hanya saja kita ga menyadarinya, atau caranya tidak sesuai dengan pemikiran kita.
beberapa hal diatas cuma sekedar waspada,... bukan berarti kita harus paranoid, ke setiap temen kita. toh, selalu ada orang yang bisa kita percaya..
penting diingat, kalau kita percaya dengan semua teman-teman kita, maka kita bakal jadi sasaran empuk untuk dibodohi. Tapi kalau kita ga percaya ma siapapun, maka kita bakal jadi orang yang paling kesepian di muka bumi. Karena yang bisa kita miliki adalah diri kita sendiri (Ini kalau tahap Paranoidnya sudah super tinggi; Bahkan kalau sudah kelewatan, kita bisa jadi stress karena Anda bahkan tidak bisa mempercayai siapapun termasuk diri kita sendiri).
Saya sendiri dulu pernah mencoba melakukan hal-hal yang saya anggap bisa membuat saya mengetahui pola pikir teman2 saya dalam berteman, dan ada segelintir orang yang membuat saya menarik kesimpulan berupa tips di atas -dengan mengorbankan sedikit harga diri dan beberapa rahasia yang saya relakan untuk dijadikan alat tes- tetapi tidak semuanya adalah tipe orang yang saya jadikan sampel itu. Beberapa adalah orang yang cukup bisa dipercaya. Baik dapat dipercaya karena keteguhannya dalam prinsipnya untuk tidak membocorkan rahasia orang lain maupun yang melupakan rahasia yang telah diceritakan kepadanya.
Seiring jalannya waktu, kita pasti akan atau telah bisa menemukan orang yang benar-benar adalah soulmate kita, orang yang benar-benar bisa kita percayai dan mempercayai kita. Jadi, jangan terburu-buru dalam menghakimi orang-orang di sekitar kita, karena siapapun – atau apapun – bisa menjadi teman baik kita.
Moga-moga tips saya ini bisa membantu, atau setidaknya memperluas pengetahuan kita terhadap pemikiran orang lain.